Friday, May 27, 2011
ALLAH sentiasa menguji hambaNYA
"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang2 yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang2 yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang2 yang dusta." (Surah Al-Ankabut: 2-3)
.
KENAPA AKU TAK DAPAT APA YANG AKU INGINKAN?
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (Surah Al-Baqarah: 216)
.
KENAPA UJIAN SEBERAT INI?
"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sekadar kesanggupannya..." (Surah Al-Baqarah: 286)
.
RASA KECEWA?
"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang2 yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang2 yang beriman." (Surah Al-Imran: 139)
.
BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk" (Surah Al-Baqarah: 45)
.
APA YANG AKU DAPAT DARIPADA SEMUA INI?
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang2 mukmin, diri, harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka... " (Surah At-Taubah: 111)
.
KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selainNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal dan Dialah yang memiliki Arasy yang agung" (Surah At-Taubah: 129)
.
AKU TAK DAPAT TAHAN!!!
"... Orang yang putus harapan dari rahmat Tuhan itu, hanyalah orang2 yang sesat." (Surah Al-Hijr: 56)
Sunday, May 15, 2011
cinta ALLAH
Lihatlah betapa Allah sangat menyayangi hambanya. Dia menciptakan manusia dengan sebaik-baik kejadian dan melimpahkan rahmat dan kasih sayangnya. Allah mengurniakan akal fikiran yang tidak dianugerahkan kepada makhluk Allah yang lain. Allah menguji seseorang hambanya untuk mengetahui sejauh mana kesetiaan seseorang hamba terhadap Allah. Allah tidak menguji seseorang hamba-Nya melebihi apa yang mampu dilakukan oleh hamba itu.
Tetapi apa yang terjadi pada hari ini, bunuh diri, bunuh diri, bunuh diri, dan banyak lagi. Mereka tidak sedar yang mereka sentiasa dilihat oleh Allah. Allah sentiasa berada di sisi kita. Sentiasa bersama kita. Sebagai hambanya, kita hendaklah lakukan apa yang disuruh dan meninggalkan larangan-Nya. Semoga kita sentiasa mendapat rahmat dan hidayah-Nya....
Keluhan orang yang berdosa kerana dosa-dosanya, Allah amat suka. Sekiranya gugurnya air mata saat menangis mengenang dosa-dosanya, itu dapat memadamkan api Neraka. Takutnya kepada Allah kalau-kalau berbuat salah atau takut tidak diampuni dosanya adalah ibadah. Sedangkan orang yang beribadah belum tentu jadi ibadah. Kerana yang namanya ibadah mestilah sampai terasa dan dihayati oleh hati dalam ibadahnya, penghayatan itulah kerja hati.
Kalau fizikal saja yang nampak beribadah, tapi hati tidak beribadah, maka tidak ada erti apa-apa dengan ibadahnya. Tuhan tidak pandang rangka, tapi pandang isinya. Rangka cantik bagaimanapun, jika tidak ada isi tidak ada erti apa-apa.
Rasa berTuhan dibawa ke mana-mana ini juga adalah ibadah batin. Pahalanya senantiasa mengalir selagi ada rasa itu. Rasa hamba dibawa ke mana-mana,rasa lemah dan rasa tiada kuasa, adalah juga ibadah batin. Rasa hamba itu, itulah sifat hamba yang sebenarnya. Janganlah sifat hamba itu ditukar dengan sifat tuan atau ketuhanan. Itu sombong namanya. Dia ambil pakaian Alla dan dipakainya. Allah sangat murka.
Sifat ketuanan itu salah satunya ialah bangga diri, Allah membencinya. Siapalah kita manusia ini? hendak rasa bangga? Tak akan kita tidak sedar lemahnya diri manusia ini. Mengapa pula kita merasa ada kuasa dan bangga diri? Ini sikap orang yang tidak sadar akan diri.
Tidak kah kita tidak sedar, bahawa kita ini dhaif dan lemah. Setiap saat kita perlu bantuan. Bantuan oksigen, bantuan kesihatan, bantuan ketenangan. Bantuan-bantuan yang diperlukan itu siapa pemiliknya ? Tak akan kita tidak tahu dari mana kita dapat. Kalau kita sedar ini semuanya di dalam fikiran setiap masa, atau di dalam perasaan, itulah dia ibadah. Ibadah tanpa perbuatan, ibadah batin atau ibadah rohaniah namanya. Perasaan itu atau kesedaran itu adalah diberi pahala.
Tuesday, April 12, 2011
INGATLAH.....
"JANGAN MELETAKKAN HARAPAN YANG PENUH KEPADA MANUSIA NANTI KAU KAN KECEWA, JANGAN MENARUH CINTA YANG SEMPURNA DARI MANUSIA NANTI HATI KAU KAN TERLUKA, JANGAN MENANTIKAN KEGEMBIRAAN ABADI NANTI KAU KAN DUKA, TETAPI DAMBAKANLAH KESEMUANYA ITU KEPADA ALLAH DAN RASUL NESCAYA KAU KAN DAPATI IA SEMUANYA TERTUNAI DENGAN HATI YANG GEMBIRA LAGI TENANG"
SLALUNYA ORG YG KTE SYG SKE MEMBUATKN KITE DLM KEADAAN TERUJI, SLALUNYA ORG YG KTE SYG SKE MEMBUATKAN KTE TERKELIRU, SLALUNYA ORG YG KTE SYG SKE M'BUATKN KTE TERLUKA, SLALUNYA ORG YG KTE SYG SUKE M'BUATKN KTE TERKILAN, SLALUNYA ORG YG KTE SYG SKE M'BUATKAN TAHAP KSABARAN KTE MENIPIS, SLALUNYA ORG YG KTE SYG SUKA HADIR BLE M'MERLUKAN DAN PERGI TNPA M'NIGGALKN PESAN.....
Wednesday, March 23, 2011
HidUP iTu iNDaH

Dalam menghadapi kehidupan ini, kita sering merasa hidup begitu menekan dan sulit. Berbagai pekerjaan membuat kita melewatin hari demi hari dalam stres yang tak berkeputusan. Berbagai masalah membuat kita tak mampu lagi melihat hal-hal yang indah dan menarik dalam hidup. Bahkan kadangkala ada juga orang yang begitu putus asa sehingga mencoba mengakhiri hidupya sendiri. Kalaupun tidak seekstrim itu, banyak orang menjadi robot. Melewati hari demi hari dalam rutinitas. Tanpa gairah, tanpa semangat, tanpa harapan.
Dengan memiliki harapan manusia mempunyai alasan untuk tetap melanjutkan hidupnya. Harapan membuat manusia tidak pernah berhenti berjuang. Harapan membuat manusia merancangkan langkah-langkah yang tepat bagi kelangsungan hidupnya. Ini membuktikan bahwa hidup manusia itu berharga karena didalamnya terkandung nilai-nilai yang diperjuangkan untuk membuat manusia tetap hidup.
Hidup sangat berharga. Bahwa kita yang hidup tahu bahwa kita akan mati sementara orang mati tidak dapat berbuat apa-apa. Ini menunjukkan bahwa hidup menjadi berharga karna kita melakukan sesuatu; berbuat sesuatu seperti untuk menikmati segala hal dalam hidup ini dengan sukacita dan kita senatiasa hidup dalam kebenaran dan keadilan, dengan tetap menjaga hidup kerohanian kita.
Semua hal ini memberi penjelasan kepad kita, bahwa keindahan hidup tidak diukur dari panjang pendeknya umur, tidak juga diukur dari kaya miskinnya orang, tetapi dari bagaimana ia mengisi hidupnya.
Hidup menjadi berarti jika kita mengisinya dengan kerja dan usaha tentang hal-hal yang baik. Yang paling penting dari semua itu adalah meskipun hidup ini sia-sia, tetapi hidup ini adalah pemberian Tuhan. Maka selama kita hidup nikmatilah hidup kita dengan kerja, sukacita dan harapan. Hanya dengan demikian kita dapat menemukan keindahan hidup, pendek atau panjang umur kita. Kita dapat menikmati keindahan hidup, kaya atau miskin keadaan kita. Karena hidup adalah Anugerah.
Dengan memiliki harapan manusia mempunyai alasan untuk tetap melanjutkan hidupnya. Harapan membuat manusia tidak pernah berhenti berjuang. Harapan membuat manusia merancangkan langkah-langkah yang tepat bagi kelangsungan hidupnya. Ini membuktikan bahwa hidup manusia itu berharga karena di dalamnya terkandung nilai-nilai yang diperjuangkan untuk membuat manusia tetap hidup.
Tuesday, March 15, 2011
BUKAN SENANG JADI PEMERINTAH....
Kalau kita lihat sejarah para rasul, walaupun rasul-rasul itu punya kekuatan, hanya tiga orang rasul saja yang memerintah. Mereka ialah Nabi Sulaiman, Nabi Daud dan Rasulullah s.a.w. Rasul-rasul yang lain tidak memerintah. Mereka cuma memimpin tapi tidak memerintah.
Peliknya, mengapa kita berjuang, ghairah sangat hendak memerintah? Padahal para nabi yang mana nabi itu orangnya luar biasa, bukan saja memerintah, kalau dia tidak memimpin orang pun tidak menjadi satu kesalahan. Cukup dia menjaga dirinya sahaja.
Maksudnya, hendak pimpin orang bukan senang. Mesti ada satu keistimewaan khususiah yang Allah bagi pada orang itu.
Di sini kita hendak bawakan suatu cerita. Cerita ini semua orang tahu, iaitu cerita Nabi Khidir dan Nabi Musa a.s. Tapi hikmahnya banyak orang tidak tahu.
Cerita ini sama ada diceritakan dalam kitab mahupun disampaikan oleh tok-tok guru, hanya dikatakan Allah hendak beritahu pada Nabi Musa bahawa ada orang yang lebih alim daripada baginda.
Tetapi di sini yang hendak diceritakan adalah satu tafsiran baru yang lebih penting lagi daripada tafsiran yang di atas. Allah temukan Nabi Musa a.s. dan Nabi Khidir a.s., tetapi Allah tukar peranan masing-masing.
Seolah-olah Allah berkata, "Hai Musa! Engkau pemimpin, sekarang Aku tukar kedudukan engkau jadi pengikut." Tiga hari saja. Nak tengok, berjaya tak jadi pengikut.
Seolah-olah Allah bercakap pada Nabi Khidir, "Hai Khidir, kamu bukan pemimpin, tapi aku nak lantik engkau jadi pemimpin tiga hari saja." Berjaya tak?
Jadi bila ditemukan Nabi Musa dan Nabi Khidir, Nabi Musa pun ikutlah Nabi Khidir. Nabi Khidir yang kini jadi pemimpin berkata, "Kalau nak aku, jangan banyak cakap, ikut saja. Kalau banyak tanya nanti berpisahlah kita."
Jadi, mereka pun mula berjalan lalu berlakulah episod pertama. Terjadilah hal yang pelik. Nabi Khidir memecahkan perahu.
Nabi Musa tidak tahan, baginda tidak boleh terima dan bertanya, sedangkan baginda sudah berjanji tidak akan bertanya. Nabi Khidir pun mengingatkan, "Bukankah aku cakap jangan tanya, nanti berpisah kita."
Nabi Musa meminta maaf dan Nabi Khidir pun memberi peluang lagi kepada Nabi Musa mengikutinya.
Berjalan lagi, jumpa peristiwa pelik kedua. Nabi Khidir membunuh seorang budak. Nampak macam melanggar syariat. Nabi Musa tidak tahan, baginda bertanya lagi mempersoalkan pemimpinnya. Sekali lagi baginda diingatkan oleh Nabi Khidir akan janjinya.
Kali ketiga berlaku lagi. Nabi Khidir pun memutuskan untuk berpisah.
Apa yang kita faham, bila bertukar peranan, kedua-duanya gagal. Pemimpin gagal, pengikut pun gagal. Pengikut tidak sanggup taat. Yang pemimpin pula, kerana dia hanya seorang nabi, Allah tidak kuatkan dia seperti rasul.
Pemimpin sepatutnya bersabar dalam mendidik anak buah. Itulah keistimewaannya. Sebab itulah rasul-rasul yang dapat 'ulul azmi' adalah mereka yang paling sabar.
Jadi apa yang kita faham, seorang itu walaupun bukan rasul, tapi dia adalah mujaddid yang ditunjuk oleh Allah, maka Allah akan bekalkan kesabaran yang luar biasa kepadanya. Orang lain tidak boleh buat dan tidak akan tahan.
Begitu juga hendak jadi pengikut pada seorang pemimpin yang sebenar, bukan senang hendak taat. Nampak lain sedikit, sudah mula hendak persoalkan. Ada perkara yang pelik sedikit, dia rasa itu tidak betul. Seolah-olah dia lebih pandai dari pemimpin.
Antara pemimpin dengan pengikut, Allah bagi jarak ilmu yang terlalu jauh. Jadi pengikut juga perlu sabar untuk taat. Cuba tengok Nabi Khidir. Atas dasar ilmu baginda layak jadi pemimpin, tapi atas dasar ketabahan hati baginda tidak layak.
Sebab itu, Nabi Adam waktu dia bertaubat sujud 40 tahun sampai pokok tumbuh besar dikelilingnya, pun tidak dapat gelaran 'Ulul Azmi'. Mengapa? Baginda sujud itu bukan memimpin. Baginda dengan tuhan saja. Dengan tuhan baginda rasa lazat, tapi cuba pimpin manusia dengan bermacam-macam ragam, susah dalam berhadapan dengan musuh, berhadapan dengan kerenah anak buah.
Ini bukan sesuatu yang senang untuk dihadapi. Nabi Musa sampai tersesat di padang pasir 40 tahun lamanya kerana memimpin Bani Israil, barulah baginda mendapat darjat 'Ulul Azmi'.
Jadi setiap orang kenalah redha dengan kedudukan masing-masing. Mungkin keupayaan yang dikurniakan oleh Allah itulah merupakan saluran untuk kita berbuat kebaktian.
Oleh itu, janganlah kecil hati dan bersyukurlah Allah tidak pilih kita jadi pemimpin kerana ditakuti tidak layak. Bila tidak layak, ia boleh menjadi punca kerosakan yang banyak kepada manusia.